Senin, 14 Agustus 2017

Etos Kerja Dalam Pandangan Islam


Etos kerja dalam arti luas menyangkut akan akhlak dalam pekerjaan. Untuk bisa menimbang bagaimana akhlak sesorang dalam bekerja, sangat tergantung dari cara melihat arti kerja dalam kehidupan, cara bekerja, dan hakikat bekerja.

Dalam Islam, iman dapat dikaitkan dengan amal. Dengan kata lain, kerja yang merupakan bagian dari amal tak lepas dari kaitan sesorang. Semangat kerjanya juga tidak rendah.
Ungkapan Iman sendiri berkaitan tidak hanya dengan hal-hal spiritual tetapi juga program aksi. Idealnya, semakin tinggi Iman itu maka sebenarnya umat Islam termasuk beruntung karena semua pedoman dan panduan sudah termodifikasi. 

Kini tinggal bagaimana menterjemaahkan dan mengapresiasikannya dalam kefiatan harian, mingguan, dan bulanan. Jika kita pandang dari sudut bahwa tujuan hidup itu mencari rida Allah SWT. Maka apapun yang dikerjakannya, apakah dirumah, di kantor, di ruang kelas di perpustakaan, di ruang penelitian ataupun dalam kegiatan kemasyarakatan, tidak akan lepas dari kerangka tersebut.
Artinya; setiap pekerjaan yang kita lakukan, dilaksanakan dengan sadar dalam kerangka pencapaian ridha Allah.

Cara melihat seperti ini akan memberi dampak, misalnya dalam kesungguhan menghadapi pekerjaan. Jika seseorang sudah meyakini bahwa Allah SWT sebagai tujuan akhir hidupnya, maka apa yang di lakukannya di dunia tak di jalankan dengan sembarangan. Ia akan mencari kesempurnaan dalam mendekati kepada Al Haq. Ia akan mengoptimalkan seluruh kapasitas dan kemampuan idrawi yang berada pada dirinya dalam rangka mengaktualisasikan tujuan kehidupannya. Ini bisa berarti bahwa dalam bekerja ia akan sungguh-sungguh karena bagi dirinya bekerja tak lain adalah ibadah, pengabdian kepada yang Maha Suci. Lebih seksama lagi Ia akan bekerja dalam bahasa populernya, secara profesional.

Apa sebenarnya profesional iti? Dalam khasanah Islam mungkin bisa dikaitkan dengan padanan kata insan. Setiap manusia seperti diungkapkan dalam Alquran, diperintahkan untuk berbuat insan agar dicintai Allah. Kata Insan sendiri merupakan kata pilar di samping kata iman dan Islam, dan pengertian yang sederhana. Insan berarti kita beribadah kepada Allah seolah-olah Ia melihat kita. Jikalau kita memang tidak bisa melihat-Nya, tetapi pada kenyataanya Allah menyaksikan setiap perbuatan dan desir kalbu kita. Insan adalah perbuatan baik dalam pengertian sebaik mungkin atau secara optimal. Menurut Nurcholis Majdid, “Insan berarti optimalisasi hasil kerja dengan  jalan melakukan pekerjaan itu sebaik mungkin, bahkan sesempurna mungkin. “

Setiap Muslim harus menjadi seorang pekerja harus mejadi seorang pekerja yang professional, dengan demikian ia melaksanakan salah satu perintah Allah untuk berbuat Ihsan dan juga mensyukuri karunia Allah berupa kekuatan akal dan fisiknya yang diberikan sebagai bekal dalam bekerja. Mengabaikan potensi akal dan fisik ini atau tidak “Menajamkannya” bisa bermakna tidak mensyukuri nikmat dan karunia Ilahi Rabbi.

Berbagai Trend telah memperlihatkan bahwa bentuk pekerjaan mendatang tak hanya mengandalkan fisik tetapi juga otak. Alquran dalam berbagai ayat sudah mengajak manusia untuk berfikir, membandingkan dan menggunakan akal dalam menghayati kehidupan dan mengarungi samudra kehidupan. Peter Drucker, salah seorang pakar manajemen tahun 1960-an  sudah memperingatkan akan datangnya “Knowledge Society”.

Sebenarnya kalau kita cermati. Alquran sudah mengisyaratkan akan lahirnya masyarakat pengetahuan itu dengan ungkapan di ayat pertama. Iqra, hanya tinggak manifestasi saja bagaimana Iqra itu menjadi jalan kehidupan umat Islam, bukan sebagai Jargon yang dilafalkan. Membumikan istilah Iqra  itulah merupakan tantangan umat Islam sehingga tidak ketinggalan dalam budaya masyarakat pengetahuan. Umat Islam itu harus mampu menyumbang bagi peradaban yang hidup di dunia, sejajar dengan peradaban lainnya. Dengan demikian etos kerja harus merupakan bagian dari teradisi umat Islam, bukan tadisi masyarakat lain.


Sumber:
Disarikan dari: http://pustaka .worprwess.com/2007/01/06/48/
Sakti (Sarana Belajar Kreatif dan Inovatif)
Pendidikan Agama Islam
Untuk SMP>MTs
Kelas VII Semester 2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kolonialisme dan Imperalisme Barat di Indonesia

A.      Masuknya Kolonialisme dan Imperalisme Barat di Indonesia Kedatangan bangsa Barat di Indonesia berkaitan dengan terjadinya peruba...